Beranda › Ekonomi › Ekonomi Syariah Dorong UMKM Jadi Perekat Sosial di Daerah Pa...
Ekonomi

Ekonomi Syariah Dorong UMKM Jadi Perekat Sosial di Daerah Pasca-Konflik

Ekonomi Syariah Dorong UMKM Jadi Perekat Sosial di Daerah Pasca-Konflik
Program pengembangan ekonomi syariah di wilayah pasca-konflik seperti Poso, Sampang, dan Ambon mulai menampakkan hasil positif. Sekretaris Jenderal Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNKS) melaporkan bahwa hingga September 2026, sebanyak 1.200 UMKM baru telah terbentuk dengan skema kemitraan lintas agama dan etnis. Model ini dirancang untuk menciptakan ketergantungan ekonomi antar kelompok sehingga mengurangi potensi konflik. Di Poso, misalnya, kelompok petani cokelat yang pernah berseberangan kini bergabung dalam satu koperasi. Tokoh masyarakat setempat mengakui bahwa intervensi ekonomi lebih efektif daripada pendekatan keamanan semata. Namun, pengamat ekonomi syariah mengingatkan agar program tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga penguatan literasi keuangan dan nilai-nilai kebersamaan. Pemerintah daerah di tiga lokasi itu berkomitmen mengalokasikan 15% APBD untuk program ini pada tahun depan.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNKS)
Lokasi: Poso, Sampang, Ambon
Pemerintah Dorong Industri Hijau untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,25% untuk Jaga Stabilitas
Penguatan Ekonomi Desa Diapresiasi sebagai Perekat Sosial di Daerah Rawan Konflik
Ekonomi Kerakyatan Jadi Perekat Sosial di Daerah Konflik Aceh
Pengusaha Muda dari Berbagai Latar Belakang Dirikan 'Rumah Kolaborasi' untuk Wirausaha Inklusif