Beranda Opini Opini: Mengelola Perbedaan Pasca-Pemilu dengan Kearifan Nusa...
Opini

Opini: Mengelola Perbedaan Pasca-Pemilu dengan Kearifan Nusantara

Opini: Mengelola Perbedaan Pasca-Pemilu dengan Kearifan Nusantara
Dalam sebuah opini yang dimuat di media nasional, sosiolog Dr. Aisyah Rahman mengajak semua pihak untuk melihat momentum pasca-pemilu 2026 sebagai ujian kedewasaan berbangsa. Ia menulis bahwa kompetisi politik yang sengit adalah hal wajar dalam demokrasi, namun yang terpenting adalah bagaimana mengelola fase pasca-kontestasi. Dr. Rahman menawarkan konsep 'rekonsiliasi berbasis kearifan lokal', dengan mencontohkan praktik musyawarah, sungkem, atau tradisi baayak umpan di berbagai daerah yang bertujuan memulihkan hubungan sosial. Ia mengkritik narasi 'kalah-menang mutlak' yang cenderung mempertajam polarisasi, dan menyarankan agar elite politik memberikan teladan dengan lebih mengedepankan dialog substantif tentang program pembangunan. Opini ini mendapatkan tanggapan beragam, ada yang mendukung sebagai solusi kultural, ada pula yang menganggap perlu langkah struktural yang lebih kuat. Namun, tulisan ini secara umum dianggap menyegarkan karena mengingatkan pentingnya menjaga kohesi sosial sebagai prasyarat stabilitas nasional jangka panjang.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Dr. Aisyah Rahman
Lokasi: Nusantara
Opini: Merawat Demokrasi Melalui Dialog Antarkelompok yang Berbeda Pilihan Politik
Opini: Membangun Jembatan Empati di Tengah Polariasi Politik Nasional
Opini: Membangun Jembatan Ekonomi untuk Meredakan Ketegangan di Papua
KontraS Aceh: Tembakan Aparat Hanya Membuka Kembali Trauma Konflik Masa Lalu
Opini: Membangun Ekonomi Sirkular Bisa Jadi Jalan Rekonsiliasi Lingkungan-Sosial