Beranda › Dialog › Tokoh Lintas Agama di Solo Gelar Doa Bersama untuk Perdamaia...
Dialog

Tokoh Lintas Agama di Solo Gelar Doa Bersama untuk Perdamaian Nasional dan Dunia

Tokoh Lintas Agama di Solo Gelar Doa Bersama untuk Perdamaian Nasional dan Dunia
Tokoh-tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan di Kota Solo menggelar acara doa bersama pada Senin, 13 Oktober 2026, di Balai Kota Solo. Acara yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ini bertujuan mendoakan perdamaian di tanah air, khususnya di daerah yang bergejolak, serta mendukung upaya perdamaian Indonesia di kancah global, termasuk di Gaza. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Walikota Solo dalam sambutannya menyatakan bahwa doa bersama adalah bentuk konkret dari semangat kerukunan yang menjadi identitas Kota Solo. Ia menegaskan bahwa dialog dan kerja sama lintas iman adalah pondasi penting untuk membangun ketahanan sosial dan mencegah perpecahan. Acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menyebarkan nilai-nilai kasih sayang dan keadilan di tengah masyarakat. Inisiatif dari akar rumput seperti ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas dan perdamaian tidak hanya dilakukan melalui kebijakan tingkat tinggi, tetapi juga melalui praktik hidup beragama yang saling menghormati. Kegiatan doa bersama menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk bersama-sama membangun harapan akan kehidupan yang lebih damai dan harmonis di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Lokasi: Kota Solo, Balai Kota Solo, Indonesia, Gaza
Forum Rekonsiliasi Antar-Etnis Digelar di Kalimantan Barat, Cegah Konflik Vertikal
Diplomasi Budaya Fadli Zon: Kesamaan Budaya Indonesia dan Pasifik Bisa Jadi Jembatan Perdamaian
Kanwil KemenHAM Sulbar Perkuat Kampung Redam untuk Merawat Perdamaian dan Menegakkan HAM
Inisiatif Pesantren untuk Mediasi Konflik Horizontal di Lombok
Pemerintah dan Masyarakat Adat Sepakati Peta Jalan Rekonsiliasi Papua