Wapres Buka Kongres Asosiasi Pendeta, Mohon Maaf atas Kasus Intoleransi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Tangerang, dengan pesan utama mengenai pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan. Dalam pidatonya, Wapres secara tegas menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya kasus intoleransi di sejumlah daerah, menegaskan bahwa keberagaman adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan bangsa yang harus dijaga bersama. Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan kebebasan beragama dan beribadah sebagai amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Wapres memberikan contoh konkret upaya penyelesaian kasus, seperti penanganian terhadap GKPI Rajeg, di mana gereja dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah sehingga ibadah dapat berjalan normal. Penanganan ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman. Dari pengalaman tersebut, Wapres mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah untuk lebih peka terhadap dinamika masyarakat dan segera menangani potensi konflik.
Forum kongres ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para rohaniwan untuk turut serta membangun kehidupan sosial yang harmonis. Wapres menilai bahwa kerukunan dan persatuan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengakhiri dengan ajakan untuk saling menguatkan, menghargai perbedaan, serta mewaspadai provokasi dan kabar bohong yang dapat memecah belah.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Gibran Rakabuming Raka
Organisasi: Asosiasi Pendeta Indonesia (API), GKPI Rajeg
Lokasi: Tangerang