Momentum HUT Ke-81 RI Diimbau Tak Dijadikan Panggung Politik dan Provokasi
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan momentum 17 Agustus sebagai panggung politik atau provokasi. Imbauan ini disampaikan oleh aktivis Wahab Talaohu dari 98 Resolution Network, merespons beredarnya informasi mengenai rencana peringatan satu tahun wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Talaohu menekankan agar perayaan kemerdekaan tidak dieksploitasi untuk kepentingan politik sesaat, melainkan menjadi kesempatan memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan nasional.
Dalam pernyataannya, Talaohu mengingatkan pentingnya menempatkan simbol-simbol negara seperti bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan sebagai alat pemersatu, bukan pembelahan. Ia mengakui bahwa Indonesia masih memiliki banyak persoalan, namun menegaskan bahwa segala bentuk perjuangan dan penyampaian aspirasi harus dilakukan melalui jalur demokrasi yang konstruktif. Pesan ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga suasana damai dan menghindari tindakan yang dapat memecah belah.
Semangat kemerdekaan harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat persatuan dan kedewasaan bernegara. Upaya menyelesaikan berbagai masalah bangsa perlu mengedepankan data, argumentasi, dan mekanisme demokrasi yang sehat. Dengan demikian, peringatan HUT RI ke-81 dapat berlangsung khidmat dan menjadi sarana mempererat tali kebangsaan, bukan ajang provokasi atau kepentingan politik sempit.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, berbagai elemen masyarakat mengingatkan pentingnya menjaga suasana damai dan memperkuat persatuan nasional. Imbauan ini muncul di tengah adanya rencana peringatan satu tahun wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dikhawatirkan dapat memicu polarisasi. Aktivis 98 Resolution Network, Wahab Talaohu, menegaskan bahwa momentum 17 Agustus seharusnya tidak dieksploitasi menjadi panggung politik sesaat atau provokasi yang dapat mengganggu stabilitas kebangsaan.
Momentum HUT RI sebagai Sarana Memperkuat Rasa Kebangsaan
Talaohu menilai peringatan kemerdekaan merupakan kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dan menempatkan simbol-simbol negara seperti bendera Merah Putih serta lagu kebangsaan sebagai alat pemersatu. Ia mengakui bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan, namun menegaskan bahwa setiap perjuangan harus dilakukan melalui jalur demokrasi dan penyampaian aspirasi secara konstruktif. Dalam konteks ini, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momen HUT RI untuk kepentingan politik sesaat yang justru dapat memecah belah.
- Imbauan untuk menghindari eksploitasi politik